Senin, 13 Desember 2010

PAMOR

PAMOR kependekan dari Paguyuban Angudi Murih Ora Rekoso, merupakan perkumpulan yang bersifat Sosial Kemasyarakatan. Sesuai dengan namanya PAMOR mempunyai arti Perkumpulan yang bertujuan agar anggotanya tidak mengalami kesulitan. Paguyuban ini dibentuk sebagai wadah untuk bersilaturrahmi, berkomunikasi sehingga terjalin persaudaraan antar anggota yang sebagian besar adalah perantau. Dengan demikian harapan terhindar dari kesulitan, guna menuju kesejahteraan dan ketentraman keluarga anggota dapat tercapai.
Pamor didirikan pertengahan September tahun 1987 oleh antara lain :
Bapak Syaranto, Bapak Sujarwo, Bapak Wigyo, Bapak Sukadi Prabu dan lainnya

Pamor mempunyai logo atau gambar yang mempunyai makna sebagai berikut.

1. Keris: melambangkan suatu budaya yang adi luhung dari orang jawa. Artinya setiap orang jangan melupakan budaya atau kehidupan yang selalu ingat kepada penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dengan pancaran aura tau kharismanya.
2. Gunungan. Melambangkan Perlindungan, kesejukan keselarasan dimana seseorang mempunyai suatu cita-cita yang tinggi, tetap tegar tegak hingga mampu memberikan contoh tauladan bagi sesama.
3. Gunungan berwarna Hijau menandakan kesejahteraan bagi sesama, dimana setiap orang mampu mencuptakan kesejahteraan untuk tujuan hidup.
4. Lingkaran: melambangkan Persatuan atau bersatu dalam satu tujuan tanpa meninggalkan yang lainnya, artinya saling membantu menolong bagi yang membutuhkan.
Warna Dasar Kuning artinya Kejayaan/ kemakmuran artinya didalam berusaha mempunyai keinginan untuk maju guna mendukung kehidupan.

Setiap Anggota Pamor senantiasa ingat kepada Penciptanya dimanapun berada dan mempunyai sifat tegak, tegar berwibawa tanpa melupakan sesama guna membatu, menolong yang membutuhkan tanpa pamrih selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kejayaan/kemakmuran dalam rangka menjalani kehidupan inni jangan sampai memaksakan diri.

PAMOR juga merupakan wadah pembinaan Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), karena itu sebagian besar anggotanya mempunyai hobby komunikasi Radio antar Penduduk.

Paguyuban bersifat terbuka, artinya meskipun mayoritas anggotanya adalah perantau dari daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung, namun keanggotaan tidak tertutup dari daerah lain.

Latar belakang sosial anggota paguyuban cukup beragam, yakni ada yang Polisi, TNI, Pegawai BUMN, Pegawai Swasta, Guru, Petani, Pedagang, Buruh, Security, Pengusaha dan lainnya. Anggota paguyuban yang datang dari berbagai kalangan memperkaya khasanah untuk berdiskusi disegala bidang bagi anggotanya yang sampai saat ini tercatat kurang lebih 50 Keluarga.

Guna terpeliharanya Paguyuban dan dapat berkembang terus menerus, secara rutin setiap bulan diadakan pertemuan silaturahmi dari rumah-rumah anggotanya. Pada kegiatan tersebut di isi dengan siraman rohani (pengajian), arisan dan juga koperasi.

Pada kesempatan yang baik seperti saat ini PAMOR akan mengadakan silaturahmi Halal bil Halal sebagai wahana silaturahmi dan bermaaf- maafan baik antar anggotanya maupun dengan lingkungan disekitarnya.